Rabu, 30 Agustus 2017

Configuration WDS (Wireless Distribution System) Mikrotik941-2nD-Tc

Pengertian

MikroTik memiliki fitur Dynamic WDS dan Static WDS. Biasanya dengan pertimbangan kestabilan koneksi, admin jaringan lebih memilih static WDS. Memang secara konfigurasi sedikit lebih rumit, namun koneksi tidak mudah berganti - ganti jika signal turun. Ketika koneksi antar repeter berpindah, koneksi biasanya akan putus kurang lebih dalam satu ping. Jika terlalu sering, maka akan muncul kesan koneksi seperti  putus - putus. Maka dari itu, banyak yang memilih untuk mengimplementasikan static WDS. Artinya, kita tentukan ke access point mana repeater akan terkoneksi.  Sehingga walaupun signal turun, koneksi tidak akan berpindah - pindah.

Tujuan

Kasus yang muncul adalah dengan kebutuhan cover area yang luas seperti sekolah,atau area terbuka yang tidak dapat di jangkau oleh satu Wireless

Latar belakang

Untuk mengatasi masalah area yang tidak bisa di jangkau dengan satu Wireless.Di Mikrotik sudah ada yang namanya WDS.yang nantinya akan memancarkan lebih dari satu SSID.dan Client akan terkoneksi ke AP manapun tergantung dari sinyal yang paling bagus menurut Client.

Alat dan Bahan
2 Mikrotik
koneksi internet
1 PC/laptop

Waktu Pelaksanaan 
1 jam

Tahap pelaksanaan


AP Master
Router yang menjadi AP master harus terkoneksi ke internet.dan untuk Interfaces Wlanya sudah di setting  IP sesuai Topologi Di atas.saatnya setting sebagai AP master. Pertama buat interface Bridge. Pada setting STP, pilih RSTP pada opsi Protocol Mode.


Kemudian tambahkan interface wlan kedalam port bridge tersebut.
Masuk ke tab port, kemudian klik tombol +. Pilih interface wlan1 dan arahkan pada bridge yang sudah dibuat


Setting bridge sudah selesai, kemudian kita setting interface wlan sebagai access point.Set dengan mode AP-Bridge. Parameter lainnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.


selanjutnya kita mulai setting static WDS. Double klik interface wireless, kemudian masuk ke Tab "WDS". Pada opsi WDS Mode, silahkan pilih static. Kemudian pada opsi WDS Default Bridge, pilih bridge yang sudah dibuat sebelumnya.


Kemudian buat interface WDS baru secara manual di menu Wireless.kemudian tambahkan Mac Address dari Wlan WDS slave yang terhubung ke AP Master


WDS Slave

Ok sekarang kita masuk ke Router yang akan menjadi WDS Slave.
pada langkah ini cara yang dilakukan hampir sama ketika setting bridge pada AP Master.


 Jika setting bridge sudah selesai, setting interface wireless sebagai WDS Slave.


kemudian setting pada Tab WDS dengan WDS Mode = Static dan WDS Default Bridge pilih interface Bridge yang sudah dibuat.


 Pada tahap ini tambahkan Mac Address  Wlan AP Master


Kemudian beri IP di interfaces Bridge yang di buat tadi sesuai topologi diatas.dan buat DHCP Server pada interfaces Bridge tersebut


kemudian menambahkan tabel Routing dengan Gateway IP dari AP Master 


Kesimpulan 
dengan menggunakna WDS kita bisa mengatasi masalah area yang tidak bisa di jangkau dengan satu Wireless

Referensi 
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=84

Sabtu, 26 Agustus 2017

Pengertian MikroTik RouterOS dan Routerboard

Pengertian
Mikrotik Router OS adalah sebuah sistem operasi dan perangkat lunak yang digunakan untuk menjadikan komputer menjadi Router network,mencakup berbagai fitur yang di buat untuk ip network dan jaringan wireless.
Karakteristik MikroTik Router OS diantarnya adalah:
1.Operting sistem yang biasa di install di PC dan berbasis Linux
2.Di install sebagai sistem operasi
3.Biasanya di install pada power PC

RouterOS



RouterBOARD
RouterBoard merupakan sebuah perangkat (Hardware) yang didesain dan diproduksi oleh Mikrotik serta menggunakan RouterOS sebagai Sistem Operasinya. RouterBoard merupakan sebuah perangkat yang mempunyai komponen seperti halnya PC tetapi mempunyai ukuran yang kecil seperti Processor, RAM, ROM dan Memory Flash hanya saja System Operasi yang digunakannya khusus dikeluarkan oleh Mikrotik yaitu RouterOS

RouterBOARD
TIPE ROUTERBOARD
Kode Seri pada RouterBoard


ARSITEKTUR ROUTERBOARD
MikroTik Routerboard memiliki  beberapa jenis arsitektur yang berbeda berdasarkan hardware dan versi. Setiap versi harus diinstall dengan software Router0S yang tepat. Berikut adalah Arsitektur yang dimiliki MikroTik diantarnya :
* MIPSBE merupakan arsitektur yang di peruntukan untuk CRS series, RB4xx series, RB7xx series, RB9xx series, RB2011 series,
* SXT, OmniTik, Groove, METAL, SEXTANT
* x86 untuk arsitektur PC / X86, RB230 series
* PPC untuk arsitektur RB3xx series, RB600 series, RB800 series, RB1xxx series
* MIPSLE untuk arsitektur RB1xx series, RB5xx series, RB Crossroads
* TILE untuk arsitektur CCR series
dan masih banyak lagi bisa di baca di sini

Kamis, 24 Agustus 2017

tutorial Web Proxy di Mikrotik RB941-2nD-Tc


Pengertian


Sebagai pengguna teknologi informasi, tidak asing bagi kita dengan istilah “proxy”. Secara umum arti dari proxy adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet. Dengan kata lain proxy merupakan sebuah media keamanan bagi akses jaringan internet kita.

Latar beakang
pada kesempatan ini saya akan berbagi cara block situs http berdasarkan kata.dan untuk cara block kali ini saya menggunakan web proxy yang terdapat di mikrotik.

Tujuan
memblock situs yang masih menggunakan protokol http karena web proxy di mikrotik belum suport https

Alat dan bahan
Koneksi internet
1 PC
1 Mikrotik

Tahap pelaksanaan 
ok langsung aja simak tutorial di bawah ini

Rabu, 16 Agustus 2017

Konfigurasi DHCP Leases RB941-2nD-TC

 Pengertian
Daftar perangkat yang sudah diberikan IP secara otomatis berdasarkan Mac Address prangkat.artinya ip akan di pinjamkan kepada perangkat tertentu.kita bisa lihat gambar di bawah ini


Dari gambar di atas Router sudah mendaftarkan ip beserta Mac address pada setiap PC.contoh jika PC 1 meminta request ip maka Router DHCP leases pada Router akan merespon dan memberikan ip 192.168.20.2 yang sudah di daftar dengan Mac address PC 1 tadi.begitu pula dengan PC 2 dan PC 3

Alat dan bahan
1 Router
3 PC client

Waktu pelaksanaan
10 menit

Tahap pelaksanaan
1.ok pastikan kalian sudah mensetting DHCP-Server
2.Ada 2 cara konfigurasi yang bisa dilakukan
 -Yang pertama kita masuk dulu ke menu tab leases IP>DHCP Server>Leases
  kemudian dengan melihat dari daftar perangkat yang ada pada tab Leases.



Jika dilakukan dengan cara ini client harus sudah mendapat IP Address dahulu.

-Ok kemudian menggunakan cara yang kedua.dengan kita akan menambahkan
  secara manual tab leases kita masuk DHCP leases nya IP>DHCP 
  Server>Leases


Selain dapat digunakan untuk reservasi IP Address, Static Leases juga bisa digunakan untuk menentukan
    1.Lease-Time yang berbeda untuk tiap MAC Address (Client)    
    2.Limitasi bandwidth (rate-limit) , jika ditentukan maka rule simpe queue
       akan secara otomatis muncul ketika client mendapat assign IP dari server.
    3.Melakukan blocking MAC Address tertentu agar tidak bisa mendapat
       pinjaman IP, dengan opsi "Block-Access=yes".

Referensi
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=122

Metode Subnetting mrnggunakan VLSM


Pengertian
VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam  jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.

Waktu pelaksanaan
Untuk menghitung subnetting dengan metode ini di perlukan waktu kurang lebih 20 menit

Waktu pelaksanaan
didalam sebuah perusahaan yang akan membangun jaringan yang mempunyai ip address = 192.168.168.0/24 ,terdapat karyawan yang berjumlah 198 pada masing-masing karyawan dalam perusahaan ini yakni sebagai berikut =

105 = pelayanan service
59 = staf finansial
21 = marketing
13 = IT staf

pada teknik VLSM,hal yang perlu diperhatikan ketika ingin membagi ip address pada masing-masing jaringan,dihitung dari yang terbesar,pada contoh kali ini ip yang mempunyai kebutuhan yang besar adalah jaringan pelayanan service,langsung ke pembahasan :

1. Pelayanan service
membutuhkan ip sebesar 105,sedangkan netmask yang dipunyai perusahaan ini 255.255.255.0/24 berarti dalam prefix 24 berjumlah 245 ip yang bisa dipakai sedangkan kebutuhanya 105.
oke.....
coba kita memakai prefix 25 = 255.255.255.128 = 11111111.11111111.11111111.10000000
2^7-2 = 126 ,7 diambil dari angka 0 yang terakhir berjumlah 7 (host yang valid)

sedangkan yang kita butuhkan 105,masih tersisa 21

coba lagi pakai prefix 26 = 255.255.255.192 = 11111111.11111111.11111111.11000000
2^6-2 = 62
oke kita pakai prefix 25 yang menyisakan 21 ip address dan digunakan sebagai cadangan

sekarang menentukan subnet,network,ip host awal,ip host akhir,broadcast,prefix
jumlah subnet/jaringan 2^1 = 2
jumlah blok persubnet = 256-128 = 128
tersisa = 126-105 = 21 ip address sebagai cadangan

2. staf finansial
membutuhkan ip sebesar 59,sedangkan tersisa 128 ip address sisa dari ip yang dipakai pelayanan service,mari kita hitung :
kita gunakan prefix yang mendekati 59 pada satu subnetnya,yaitu prefix 26 = 255.255.255.192 = 11111111.11111111.11111111.110000000
2^6-2 = 62
jumlah subnet/jaringan 2^2 = 4
jumlah blok persubnet = 256-192 = 64
tersisa = 62-59 = 3 ip address sebagai cadangan
3. marketing
membutuhkan ip sebesar 21,mari kita coba gunakan prefix 27 = 255.255.255.224 = 11111111.11111111.11111111.11100000
2^5-2 = 30
jumlah subnet/jaringan 2^3 = 8
jumlah blok persubnet = 256-224 = 32
tersisa = 30-21 = 9 ip address sebagai cadangan
4. IT Staf
membutuhkan ip sebesar 13,kita pakai prefix 28 = 255.255.255.240 = 11111111.11111111.11111111.11110000
2^4-2 = 14
jumlah subnet/jaringan 2^4= 16
jumlah blok persubnet = 256-240 = 16
tersisa = 14-13 = 1 ip address sebagai cadangan
ok ip untuk pelayanan service,staf finansial,marketing,dan it staf sudah mendapat bagian ip masing masing berikut tabel hasil pembagian ip address versi VLSM (Variable Lenght Subnet Mask)

Referensi
Workbook CCNA V127.0.0.3 ( Danu Wiyoto ) 

Selasa, 08 Agustus 2017

Cara Memindahkan Posisi Rule Di Mikrotik

Tujuan
ok pada tutorial kali ini saya akan share tentang penempatkan rulu dari posisi bawah ke atas atau jika membuat rule dengan terminal dan rule tersebut ingin diposisikan ke urutan tertentu caranya dengan menambahkan “place-before=(nomor rule)” pada Mikrotik

Latar belakang
pada sebuah kasus ada firewall pada yang Mikrotik yang harus menempatkan rule nya paling atas.dan pada Mikrotik terdapat banyak rule sayangkan kalau kita hapus dan buat ulang.nah untuk itulah saya share tutorial ini

1.Oke langsung pada kali ini saya akan membuat rule dengan terminal dan rule tersebut ingin diposisikan ke urutan tertentu.dibawah ini adalah gambar rule nya


2.caranya dengan menambahkan “place-before=(nomor rule)”
kali ini saya akan buat rule yang akan saya tempatkan langsung kenomer 2

3.Rule yang kita buat tadi sudah berada pada posisi yang kita tentukan

4.OK kemudian cara yang kedua
cara yang kedua ini adalah posisi Rule yang ada di bawa kita ganti ke posisi atas........saya akan pindah rule nomer 8 ke no 1

5.ip firewall filter move 8 destination=
8 = rule yang baru saja dibuat
1 = posisi rule yang diinginkan

 6.nah rule sudah pindah dari rule nomer 8 ke no 1

 Kesimpulan 
dengan konfigurasi di atas kita bisa menempatkan rule sesuai ketentuan kita

Minggu, 06 Agustus 2017

Memanfaatkan Backup DHCP-server dengan (Delay Threshold)

Pengertian
Delay Threshold Dengan menggunakan parameter ini, maka kita dapat menentukan DHCP Server manakah yang akan diprioritaskan untuk distribusi alamat IP ke client. Jadi, semakin besar nilai dari threshold maka semakin rendah pula prioritasnya.
Hal ini sangat bermanfaat jika kita memiliki lebih dari satu DHCP Server. Kita bisa menggunakan DHCP server yang lain sebagai 'backup'. Jika sewaktu-waktu DHCP Server yang satu mengalami error maka distribusi alamat IP bisa di-cover oleh DHCP Server yang lain.

Latar belakang 
karena pada sebuah jaringan yang menggunakan DHCP-server sering down jadi padi kali ini membat backup pada DHCP-server supaya pada DHCP server inti down bisa digantikan oleh DHCP backup.

Alat dan bahan 
2 buah Mikrotik
2 buah PC
3 buah kabel UPT

Waktu pelaksanaan
Apabila dilihat dari gambar diatas, diketahui bahwa kedua router saling terhubung dan disetting dengan mode bridge. Masing-masing client yang terhubung di router 1 dan router 2 adalah satu segment. Nah, untuk alokasi alamat IP secara dinamic maka ditambahkan DHCP Server pada router 1 dan juga router 2 pada interface bridge di setiap router. Sehingga kita bisa menggunakan salah satu DHCP Server sebagai 'Backup'.

Pada contoh topologi diatas DHCP Server yang menjadi 'backup' adalah DHCP-server 2. Untuk itu kita harus melakukan konfigurasi pada parameter 'Delay Threshold' di masing-masing router. Router yang menjadi 'backup' disetting dengan nilai threshold lebih tinggi

1.ok pertama kita akan membuat bridge dan mem bridge interfaces 1 dan interfaces 2 lakukan pada kedua router


2.kemudian saya akan beri ip pada kedua router "ingat ip kedua router harus satu subnet"

                                                                R1
                                                               R2

3.Pada contoh topologi diatas DHCP Server yang menjadi 'backup' adalah DHCP-server 2. Untuk itu kita harus melakukan konfigurasi pada parameter 'Delay Threshold' di masing-masing router. Router yang menjadi 'backup' disetting dengan nilai threshold lebih tinggi

                                                              R1
                                                               R2

Kesimpulan
jadi dengan ini apabila DHCP dari router1 down akan di gantikan oleh DHCP dari router 2

Referensi
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=157

Jumat, 04 Agustus 2017

Load Balancing Menggunakan Metode PCC (Per Connection Classifier)

Pengertian
Per-Connection Classifer merupakan metode yang menspesifikasikan suatu paket menuju gateway suatu koneksi tertentu.
PCC mengelompokkan trafik koneksi yang keluar masuk router menjadi bebrapa kelompok. Pengelompokan ini bisa dibedakan berdasarkan src-address, dst-address, src-port dan dst-port.
Adapun kelebihan dan kekurangan menggunakan metode PCC antara lain :
Kelebihan :
1. Hubungan antara client dan server lebih terjamin karena menggunakan satu jalur yang sama
2. Tidak merepotkan di end user atau pengguna akhir
3. Render atau streaming di youtube lebih stabil.
Kekurangan :
1. Memungkinkan terjadinya overload di salah satu jalur ISP
2. Ketidak seimbangan penggunaan bandwidth

Alat dan Bahan :
1 perangkat mikrotik RB941-2nD-TC
1 perangkat komputer yang terhubung melalui kabel LAN
2 perangkat komputer yang menjadi sumber internet ke router mikrotik

Latar belakang
pada sebuah sebuah sekolah ingin koneksi bandwidth yang besar tapi dari ISP telah ada aturan bandwidth yang standar.dengan Load Balancing Menggunakan Metode PCC kita akan memisahkan jaringan.dan dengan ini jaringan yang butuh bandwidth besar akan khusus mendapat koneksi ISP1 dan jaringa yang lain bisa mengguakan koneksi ISP2


Tahap pelaksanaan
Admin akan mensetting loadbalance menggunakan topologi di bawah ini.
Sesuai konsep dari metode PCC yaitu per koneksi, jadi disini admin mengarahkan koneksi jaringan ether3 ke ISP1 dan jaringan ether4 mengarah ke ISP2 sesuai metode PCC yakni per koneksi.
Bukan berarti selamanya jaringan lokal akan menggunakan trafik ISP1 tetapi dia lebih di utamakan menggunakan ISP1, apabila ada salah satu ISP yang down maka seluruh client akan di alihkan ke ISP yang aktif (fail over).

1.Setelah itu beri ip pada interface sesuai tujuan masing - masing port
 

2.Oke ini adalah bagian yang terpenting dalam loadbalancing yaitu pengaturan mangle. Saran admin apabila anda akan mensetting loadbalance ini pastinya anda sudah mengetahui Packet Flow Firewall dan anda pernah mensetting Firewall di router miktrotik sehingga anda akan paham alur dan konsep dari loadbalance lebih tepatnya dipengaturan mangle ini.
- Disini kita buat kebijakan bahwa ether3 akan menerima IP 192.168.234.0/24 untuk masuk ke interface ehter3 begitu pun sama untuk ether4

[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle
[admin@MikroTik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dst-address=192.168.234.0/24 action=accept in-interface=ether3
[admin@MikroTik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting dst-address=192.168.200.0/24 action=accept in-interface=ether4
-Disni kita akan menandai koneksi yang input maupun forward dari ether1 dan ether 2
[admin@MikroTik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting in-interface=ether1 connection-mark=no-mark action=mark-connection new-connection-mark=ISP_conn
[admin@MikroTik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting in-interface=ether1 connection-mark=no-mark action=mark-connection new-connection-mark=ISP2_conn
 - Action mark-routing hanya dapat digunakan pada chain output dan prerouting, tapi chain mangle prerouting berfungsi menangkap semua lalu lintas yang akan ke router itu sendiri. Untuk menghindari hal ini kita akan menggunakan dst-address-type=!Local. Dan dengan bantuan dari PCC baru kita akan membagi lalu lintas menjadi dua kelompok berdasarkan sumber dan tujuan penerima.
[admin@MikroTik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting in-interface=ether3 connection-mark=no-mark dst-address-type=!local per-connection-classifier=both-addresses:2/0 action=mark-connection new-connection-mark=ISP_conn
[admin@MikroTik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting in-interface=ether4 connection-mark=no-mark dst-address-type=!local per-connection-classifier=both-addresses:2/1 action=mark-connection new-connection-mark=ISP2_conn
 - Disini kita membuat rute lalu lintas yang menuju ke luar dari router ke lokal maupun internet.
[admin@MikroTik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting connection-mark=ISP_conn in-interface=ether3 action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP
[admin@MikroTik] /ip firewall mangle> add chain=prerouting connection-mark=ISP2_conn in-interface=ether4 action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP2
[admin@MikroTik] /ip firewall mangle> add chain=output connection-mark=ISP_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP
[admin@MikroTik] /ip firewall mangle> add chain=output connection-mark=ISP2_conn action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP2
3 Langkah selanjutnya kita mentranslasikan ip publik ke lokal maupun sebaliknya, agar client yang terhubung ke jaringan lokal yang kita buat dapat mengakses internet.
[admin@MikroTik] > /ip firewall nat
[admin@MikroTik] /ip firewall nat> add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@MikroTik] /ip firewall nat> add chain=srcnat out-interface=ether2 action=masquerade
4.Langkah terakhir yaitu buat gateway untuk koneksi dari rute yang sudah ditandai di mangle sebelumnya.
admin@MikroTik] > /ip route
[admin@MikroTik] /ip route> add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.234.1 routing-mark=to_ISP check-gateway=ping
[admin@MikroTik] /ip route> add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.200.1 routing-mark=to_ISP2 check-gateway=ping
 - Nah untuk mengaktifkan Fail over pada metode PCC kita setting distance yang berbeda, apabila salah satu ISP down maka seluruh koneksi akan dialihkan ke ISP yang aktif.semakin kecil distance maka semakin di prioritaskan untuk pemilihan jalur.
[admin@MikroTik] /ip route> add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.234.1 distance=1 check-gateway=ping
[admin@MikroTik] /ip route> add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.200.1 distance=2 check-gateway=ping
 5.jika berhasil selanjutnya tes pada client ether3 dan client ether4 dengan cara ping google.com (internet)




Kesimpulan 
dengan Load Balancing Menggunakan Metode PCC maka client ether3 mendapatkan koneksi dari ISP1 dan ether4 mendapatkan koneksi dari ISP2

Referensi 
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=34

Rabu, 02 Agustus 2017

Tes koneksi di mikrotik dengan Btest.exe

Pengertian
Disamping fungsi utama manajemen jaringan, Router Mikrotik juga mempunyai tool yang bisa digunakan untuk mengetahui seberapa besar traffic yang bisa dilewatkan pada sebuah link atau jalur koneksi.

Mikrotik akan men-generate traffic yang kemudian akan dikirimkan ke perangkat lain melalui sebuah jalur koneksi. Proses ini biasa disebut dengan Bandwidth test. Sebuah proses Bandwidth test terdiri dari Bandwidth test server dan Bandwidth test client.
Semua versi RouterOS Mikrotik bisa digunakan sebagai Bandwidth Test server maupun Bandwidth test client. 

latar belakang
karena saya penasaran berapa bandwith yang saya peroleh.kemudian saya mencara cara bagai mana tes bandwidth dan mendapatkan beberapa tes bandwidth di mikrotik

Tujuan  
mentest kecepatan bandwitdh pada mikrotik

Alat dan bahan
1 buah mikrotik
koneksi internet

Waktu pelaksanaan
10 menit

Tahap pelaksanaan

pertama 
Btest Server (/tool btest server)
By default pada mikrotik sudah terdapat Bandwidth Test Server dan sudah bisa digunakan. Sehingga cukup dengan konfigurasi default sudah bisa dilakukan bandwidth test terhadap Router Mikrotik.


Pengaturan ini bisa dilakukan pada menu /tool btest server. Terdapat beberapa parameter yang bisa digunakan.



ket
1.Parameter Enabled (default : yes)
digunakan untuk mengaktifkan bandwidth test server pada router. Jika posisi enabled=no (disable) atau tidak dicentang (uncheck) maka tidak bisa dilakukan bandwidth test terhadap router tersebut.

2.Authenticate (default:yes)Sebagai pengatur pemberian autentikasi untuk Bandwidth test client.

Authenticate:yes (check), untuk bisa melakukan bandwidth test, Bandwidth Test Client harus memasukkan username dan password sesuai dengan yang digunakan untuk melakukan remote config Router Btest Server.

Authenticate:no (uncheck), Bandwidth Test Client tidak perlu
memasukkan username dan password untuk melakukan bandwidth test.

3.Parameter Max session
Digunakan untuk mengatur limitasi berapa Max session/koneksi bandwidth test yang berlangsung bersamaan.

kemudian selanjutnya
Tool Bandwidth Test (/tool Bandwidth Test)
Selain bisa sebagai bandwidth test server,Mikrotik juga bisa digunakan sebagai Bandwidth test Client. Mikrotik sebagai Bandwidth test Client bisa dikonfigurasi pada menu /tool bandwidth test.


Pengaturan ini bisa dilakukan pada menu /tool Bandwidth Test
Ket
Parameter Test ToDigunakan untuk menunjuk alamat IP Router bandwidth test server.

Protocol
Kita bisa ubah protocol yang akan digunakan dalam bandwidth test pada parameter protocol (tcp/udp)  

DirectionDigunakan untuk menentukan arah traffic. Terdapat 3 pilihan arah traffic yang akan digenerate

    upload (send)
    download (receive)
    upload dan download (both)

Username dan password
Sesuaikan dengan pengaturan Router Btestserver. Jika pada Router Btest server parameter authenticate:yes maka masukkan username dan password yg digunakan untuk remote router.


pada topologi di atas saya akan tes bandwidth yang dari Wireless

IP Router Server = 192.168.100.1, test menggunakan protocol udp dengan arah traffic upload (send).


Selain menggunakan Router Mikrotik, Bandwidth test client juga bisa menggunakan PC dengan bantuan aplikasi Btest.exe dari Mikrotik. Aplikasi ini bisa digunakan untuk menjadikan PC sebagai bandwidth test client maupun server DOWNLOAD DISINI

Sebagai bandwidth test client, pengaturan pada Btest.exe hampir sama dengan saat menggunakan Router Mikrotik.

ok pada kali ini saya akan test bandwidth yang dari internet langsung
kali ini say gunakan ip 192.168.43.79


Kesimpulan 
dengan menggunakan tes bandwidth ini kita bisa mengetahui kecepatan internet

Referensi
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=51