Tampilkan postingan dengan label MIKROTIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MIKROTIK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 April 2017

Auto Backup Mikrotik dengan script & schedule


Pengertian 
Membackup sangat lah di perlukan untuk mambuat cadangan oleh karena saya akan membackup secara otomatis.dengan membackup secara otomatis backupan akan di update selama interval yang berikan.


Latar belakang 
jika membackup secara manual itu akan terasa merepotkan oleh karena itu saya akan membackup secara otomatis

Tujuan
Auto backup otomatis

Alat dan bahan  
1 Mikrotik


Waktu pelaksanaan
5 menit

Tahap pelaksanaan
1.pertama saya akan buat scripnya terlebih dahulu di System>script klik (+)

2.setelah itu masukkan nama dan script yang akan di buat
ket
#/system backup save=perintah untuk backup configurasi
#name=perintah untuk membuat nama yang akan di backup
#amin_maulana=nama file yang akan di buat(bisa di ganti sesuai dengan keinginan kalian)


3.setelah saya membuat scriptnya untuk backup kemudian saya akan membuat schedule untuk membackup otomatis

4.untuk membuat schedule system>schedule(+)
 masukkan schedule sesuai keinginan kalian contoh seperti gambar di bawah ini
ket
name=nama dari schedule yang akan dibuat
start Date=tanggal mulai schedule akan di jalankan
start time=waktu schedule akan jalan
interval=pengurangan setiap berapa kali schedul ini akan di jalankan
On Event=Nama script yang akan di gunakan
 Perhatian waktu pada mikrotik harus sinkron dulu


5.selanjutnya masuk menu File dan backupan ini akan selalu otomatis refress tergantung berapa lama interval yang kalian berikan

Kesimpulan
dengan mengunakan auto backup ini akan memudahkan dalam membackup

Referensi
https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2013/04/auto-backup-konfigurasi-mikrotik-dengan.html


Senin, 03 April 2017

Export Import Konfigurasi pada Mikrotik


Pengertian
untuk mencegah hal hal yang tidak di inginkan maka perlu adanya cadangan oleh karena di butuhkan untuk membuat file cadangannya.di mikrotik ada dua yaitu backup restor dan export import.tapi saya memilih menggunakan export import karena lebih detail dalam membuat file cadangannya.

Latar belakang
adakalanya Prangkat mikrotik kita tidak selalu sehat entah ada yang error atau yang lain maka untuk mengantisipasinya di butuh kan cadangan configurasi

Tujuan
Export Import pada Mikrotik

Alat dan bahan 
2 buah Mikrotik 

Waktu pelaksanaan
10 menit

Tahap pelaksanaan
                                                Mikrotik1
1.ok pertama saya akan Export di Mikrotik 1
2.saya Export melalui telnet


3.pada kali ini saya hanya Export ip addressnya saja dengan perinah
    ip address export file="nama tersereh kalian"
    jika ingin mengexport semua konfigurasi.hanya tambahkan perintah
   export file="nama terserah"

 4.selanjutnya saya masuk ke Mikrotik untuk mendownload file Export tadi di
    menu File.file yang kita buat tadi bernama address dan file tersebut
    berformat rsc
                                                      
                                                 Mikrotik2
5.pada Mikrotik2 ini hanya terdapat ip di ether2 dan ip ini saya akan gunakan
   untuk telnet Mikrotik2

 6.file Export dari Mikrotik1 saya masukkan ke Mikrotik2 di menu File untuk
    meng importnya

 7.setelah itu saya akan telnet Mikrotik2
 8.kemudian masukkna perintah
 import file-name="nama file yang di import"
pastikan sukses seperti gambar di bawah ini
 9.kemudian pada address ip sudah terimport ip pada Mikrotik1

Kesimpulan
dengan membuat file cadanga ini jika sawaktu -waktu ada konfigurasi yang error tinggal import saja

Referensi
https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2014/03/cara-export-import-konfigurasi-setingan-mikrotik.html

Jumat, 31 Maret 2017

Mengamankan Mikrotik dengan Port Knocking



Pengertian
Port Knocking adalah metode yang dilakukan untuk membuka akses ke port tertentu yang telah diblock oleh Firewall pada perangkat jaringan dengan cara mengirimkan paket atau koneksi tertentu. Koneksi bisa berupa protocol TCP, UDP maupuan ICMP.Jika koneksi yang dikirimkan oleh host tersebut sudah sesuai dengan rule knocking yang diterapkan, maka secara dinamis firewall akan memberikan akses ke port yang sudah diblock.

Latar belakang
karena saya tidak ingin sembarangan orang bisa membuka Mikrotik dengan seenaknya maka saya gunakan knocking port supaya hanya admin dari mikrotik tersebut yang boleh masuk

Tujuan 
konfigurasi knocking port pada mokrotik

Alat dan bahan
1 Mikrotik
1 kabel utp

Waktu pelaksanaan 
10 menit

Tahap pelaksanaan
1.pertama saya beri ip yang di gunakan untuk login pada Address List
   secara manual
Name :nama group
Address:alamat yang akan di ijinkan masuk
Timeout:lama waktu untuk alamat yang masuk

2.selanjutnya saya akan menambahkan Rule yaitu dengan memasukkan IP
   Address Host yang mengirimkan paket ICMP (ping) ke Router ke dalam
   sebuah Address-List secara otomatis sudah terdaftar pada Address-List yang
   bisa akses Winbox ke Router.Dan lama waktu yang telah di tentukan
General
Chain=input
protokol= icmp
Action
Action=add src to address list
Address list=(nama yang di buat di address list tadi)
Timeout=lama waktu yang di yang di berikan jika nama dari ping tadi masuk

3.selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat rule Firewall Filter untuk
   melakukan blocking akses Winbox ke Router dari sumber (src-address) selain
   dari IP Address yang sudah terdaftar dalam Address-List
General
Chain=input
protokol= icmp
Dst port=80,22,8291 port ini adalah port http,SSH,Winbox
Advanced
Src Address list=ping(nama group yang di buat di address list tadi)
 Action=drop(menutup port 80,22,8291 yang di gunakan login kecuali ip yang sudah terdaftar di address list ) 

 4.kemudian akan muncul tabel firewall seperti di bawah ini


5.selanjutnya coba close dari Winbox trus login lagi dan hasilnya tidak bisa
   connect


6.kemudian ping ip yang telah terdaftar di address list tadi terus coba login
   lagi dan hasilnya berhasil

Kesimpulan
dengan menggunakan knocking port jika ingin masuk ke mikrotik harus ping ip mikrotik itu
Referensi
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=105

Kamis, 30 Maret 2017

Monitoring Mikrotik dengan the Duge



Pengertian
     The Dude adalah aplikasi buatan Mikrotik yang berfungsi untuk memonitor jaringan komputer dengan simple dan mudah.
     The Dude dapat melakukan scanning otomatis pada semua perangkat yang terhubung pada subnet jaringan tertentu. Hasil scanning nya berupa gambar peta konfigurasi jaringan yang muncul secara otomatis. Peta konfigurasi jaringan ini akan menggambarkan kondisi jaringan apakah sedang up/down.
    Selain itu the dude juga dapat menampilkan transfer rate antar perangkat di jaringan, jadi kita dapat memantau traffic yang berjalan di jaringan kita secara realtime dengan mudah. Yang lebih istimewa lagi, the dude bisa digunakan pada perangkat selain Mikrotik.

Latar belakang
dalam sebuah jaringan perlu adanya monitoring untuk mengawasi suatu trafix oleh karena itu saya menggunakan the duge untuk monitoring di mikrotik saya

Tujuan
install the duge untuk monitoring di mikrotik
monitoring jaringan
monitoring trafik

Alat dan bahan
aplikasi the Duge (Download di sini)

Waktu pelaksanaan
3 menit

Tahap pelaksanaan
1.ok pastikan pc kalian terhubung jaringan.dan jaringan yang terhubung nanti
   akan di monitoring oleh the Duge

2.proses instalasi






  3. Kemudian buka The Dude nya. kita isikan network yang akan kita
     monitoring.
    Scan Network = IP yang akan kita monitoring
    Discovery Mode = Reliable supaya menscan semuanya
    Setelah itu klik discover untuk mulai memonitoring


4.kemudian tunggu sebentar terus secara otomatis akan menscan host yang 
   terhubung dalam jaringan tesebut
Kesimpulan
dengan menggunakan the Duge bisa memonitoring dan proses installasinya mudah

Referensi
https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2014/11/cara-memonitor-jaringan-mikrotik-menggunakan-thedude.html

Rabu, 29 Maret 2017

PPPoE Server PPPoE Client



Pengertian
  Secara umum, PPPoE digunakan untuk membagikan alamat IP untuk klien berdasarkan otentikasi dengan nama pengguna (dan juga jika diperlukan, oleh workstation) sebagai lawan workstation hanya otentikasi mana alamat IP statis atau DHCP digunakan. Disarankan untuk tidak menggunakan alamat IP statis atau DHCP pada interface yang sama seperti PPPoE untuk alasan keamanan.

Latar belakang
karena pada jaringan ada satu ip public maka saya gunakan pppoe untuk membagi ip menjadi local

Tujuan 
PPPoe Server PPPoE Client

Alat dan bahan
2 mikrotik
koneksi internet

Waktu pelaksanaan
15 menit

Tahap pelaksanaan
1.kali ini saya akan setting PPPoE Server
2.kemudian saya tmbahkan ip address


3.selanjutnya saya akan membuat range ip dengan ip pool


4.saya kasih prefix 24 pada ip poolnya dengan nama pppoe


5.pada menu PPP pilih PPPoE Server



6.kemudian saya tambahkan
   service name= pppoesmkwali9(sesuai keinginan kalian)
   interfaces=ether3 (interfaces output pppoe client)


7. pada profile
Name=identitas dari profile kita, bebas
Local address=gateway
Remote address =nama dari ip Pool yang dibuat tadi
Dns =alamat DNS kita


8. pada secrets
    Name                     =user name untuk pppoe client
    password               =password untuk pppoe client
    service                   =pppoe
    Local address        =gateway
    Remote address     =ip awal dari Pool yang kita buat



9. Kemudian masuk PPPoE Client

10.pada pppoe client interfaces(+) pilih PPPoE Client


11.pada menu General interfaces pilih ether yang akan mendapatkan pppoe
     client


12.pada Dial out masukkan username dan password yang telah di buat di pppoe
     server


13.pada ip dns samakan dns dengan pppoe server tadi
Kesimpulan
dengan menggunakan pppoe server & pppoe client pendistribusian ip akan lebih aman 

Referensi
https://wiki.mikrotik.com/wiki/Manual:Interface/PPPoE

https://fahmidwi42.blogspot.co.id/2016/08/setting-pppoe-server-dan-client-di.html
  

Selasa, 21 Maret 2017

DHCP Relay



Pengertian
DHCP Relay merupakan sebuah metode untuk distribusi IP Address ke perangkat client dengan memanfaatkan DHCP server yang terpusat pada router lain. Sehingga bisa dikatakan router yang menjadi DHCP relay hanya meneruskan 'DHCP Request' dari perangkat client ke DHCP server. 

Latar belakang 
memusatkan DHCP server dalam perangkat lain

Tujuan
membuat DHCP Realy

Alat dan bahan
2 pc
2 mikrotik
3 kabel utp

Waktu pelaksanaan
10 menit

Tahap pelaksanaan
1. pada router yang diatas saya kasih ip untuk ether3 yang turun ke bawah


2.pada ip>pool saya menambahkan range ip /29 disini saya membuat 2 DHCP
   Server


3.ip>DHCP Server(+)
   name             DHCP Server1
   interfaces     ditunjukan untuk ether yang 3 yang mengarah Router bawah
   Address pool   range ip yang saya buat tadi


4.karena saya membuat 2 DHCP server maka lakukan hal yang sama untuk
   yang kedua


5. Address         network pada DHCP Server1
   Gateway         Gateway pada DHCP Server

   Netmask        29
   DNS server     ip server ether3


PADA Router yang di bawah

7.masukkan ip untuk ether1,ether2,ether3


8.name                  ether2
   interfaces           pada DHCP 1 saya output di ether2
   DHCP  Server    sesuaikan dengan Router yang di atas
   Local address    gateway dari DHCP Server1

Kesimpulan 
Dengan menggunakan DHCP relay saya bisa memusatkan DHCP Server dalam perangkat yang berbeda supaya lebih aman

Referensi
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=120