Sabtu, 04 Maret 2017

Routing Dinamis RIP





Pengertian
 Routing Dinamis seperti RIP kita tidak perlu capek – capek melakukan statik routing yang cukup menguras tenaga dan pikiran. Pada routing RIP apabila kita melakukan perubahan atau
penambahan subnet mikrotik, subnet tersebut cukup di daftarkan pada Networks RIP, maka secara
otomatis router lain nya akan mendeteksi penambahan routing subnet baru tersebut. Tanpa perlu
melakukan NAT dan Static routing.

Latar belakang
Routing Dinamis supaya tidak perlu mengkonfigurasi ip secara manual

Tujuan
membuat Routing Dinamis

Alat dan bahan
3 buah mikrotik
5 buah kabel utp
3 buah pc/laptop

Waktu pelaksanaan
1 jam

Tahap pelaksanaan

1.ok pertama saya konfigurasi pada Router induk

1.Setting Router induk
ether1 =1.2.3.4/30 network:1.2.3.4(internet)
ether3 =172.20.0.1 network:172.20.0.0(Router 1)
ether2 =172.30.0.1 network:172.30.0.0(Router 2)
ether4 =192.168.3.1 network:192.168.3.0(Client Router induk)



KONFIGURASI RIP ROUTER INDUK

2.Kemudian pilih menu Routing>RIP


3.Menu Interfaces(+)


4.setelah konfigurasi dibawah ini Apply ok


5.Menu Networks(+) menambahkan network local Router induk


6.Neighbours(+)
  menambah IP Router 1
                     IP Router 2



          
7.kemudian masuk menu RIP Setting Kita redistribute semua 
  subnet yg terkoneksi dengan R1, karena R1 adalah gateway yang
  terhubung langsung dengan internet.




1.Setting pada Router 1

2.kemudian tambahkan ip
ether1=172.20.0.2/28(ip yang menuju router induk)
ether2=192.168.1.1/29(ip yang menuju ke client)


3.kemudian masuk menu Routing>RIP


4.Interfaces (+)


5.kemudian masuk menu Networks kemudian tambahkan ip yang  
  menuju ke client


6.kemudian masuk menu Neighbours kemudian tambahkan ip yang  
  menuju Router induk



7.kemudian masuk menu Routers
  pastikan R(Runing)

1.Konfigurasi Router 2

2.ether1=172.30.0.2/28(ip yang menuju router induk)
   ether2=192.168.2.1/29(ip yang menuju ke client)


3.kemudian masuk menu Routing>RIP


4.Interfaces (+)


5.kemudian masuk menu Networks kemudian tambahkan ip yang  
  menuju ke client


6.kemudian masuk menu Neighbours kemudian tambahkan ip yang  
  menuju Router induk

7.kemudian masuk menu Routers
  pastikan R(Runing)





Kembali pada Router induk
pastikan (R)






Kemudian coba ping

Router induk ke client

Router induk ke client Router 2

Kesimpulan 
Dengan menggunakan RIP kita akan mendapatkan ip Dinamis

Referensi
https://en.wikipedia.org
http://mikrotik.co.id









Jumat, 03 Maret 2017

Buat Hosting Menggunakan ISPConfig pada Debian 8,6 jessie



Pengertian
ISPConfig adalah open source hosting control panel untuk Linux , berlisensi lisensi BSD dan dikembangkan oleh perusahaan ISPConfig UG.ISPConfig memungkinkan administrator untuk mengelola website , email alamat dan DNS catatan melalui web antarmuka berbasis. Perangkat lunak ini memiliki 4 tingkat login: administrator, reseller, client dan email pengguna.

Latar belakang
pada jaman sekarang banyak orang ingin mempromosikan produknya lewat website.tapi kendalanya tidak punya server sendiri.dan hosting adalah salah satu untuk menyewakanya website,domain,dll.

Tujuan 
install ISPConfig pada debian 8.6 jessie

Alat dan bahan 
1.Aplikasi ISPConfig
2.Repository Online
3.koneksi internet
4.Debian Server

Waktu pelaksanaan 
45 menit

Tahap pelaksanaan

1.ok pertama saya akan mengganti repository dengan perintah
  nano /etc/apt/sources.list


2.kemudian tambahkan repository online disini saya menambah repository
   kambing


3.selanjutnya update & upgrade

4.kemudian masuk Directory tmp dengan perintah
   cd /tmp

5.kemudian saya akan mendownload apliksinya dengan link dibawah ini
  wget --no-check-certificate -O installer.tgz "https://github.com/servisys/ispconfig_setup/tarball/master"

6.setelah itu saya akan extrac filenya dengan perintah
  tar zxvf installer.tgz


7.salanjutnya saya akan masuk ke Directory ISPconfig dengan perintah
  cd *ispconfig* 


8.setelah masuk Directory kemudian saya akan install dengan perintah
  bash install.sh


9.pada gambar dibawah ini ketik (y) untuk melanjutkanya


10.kemudian pada gambar di bawah ini saya disuruh memilih database.saya
     memilih menggunakan MySQL


11.terus masukkan password untuk databasenya


12.pada gambar dibawah ini saya disuruh memilih webserver.saya memilih
     menggunakan apache


13.pada gambar di bawah ini saya ditanya apakah ingin install HHVM.saya
     (yes)


14.pada gambar di bawah ini saya (yes)


15.pada gambar di bawah ini saya ditanya apakah ingin instal phpmyadmin
     (yes)



16.type mailserver yang digunakan.saya pilih courier


17.pada gambar di bawah ini saya ditanya apakah ingin update Antivirus pada
     database (yes)


18.pada gambar di bawah ini (yes)


19.langsung yes saja


20.pada gambar di bawah ini saya ditanya apakah ingin instal Jailkit (yes)


21.pada gambar di bawah ini saya disuruh memilih webmail untuk mailserver.saya memilih squirrelmail


22.disuruh memasukan kode negara indonesia (id)


23.nama negara (indonesia)


24.lokasi tempat tinggal (java)


25.nama Organisasi


26.nama Organisasi.

   setelah itu tunggu sampai selesai proses installasinya

27.Enter untuk melanjutkan


28.setelah itu buka lewat browser
     https://(ip kalian):8080
     username:admin
     password:admin




29.nah ini adalah fitur-fitur pada ISPconfig



Kesimpulan
dengan ISPconfig kita bisa membuat hosting sendiri

Referensi

https://en.wikipedia.org/wiki/ISPConfig
https://www.howtoforge.com/tutorial/ispconfig-automated-install-script/







Kamis, 02 Maret 2017

Routing static dengan menggunakan 2 mikrotik RB941-2nD hAP-lite

PengertianRouting statis adalah bentuk routing yang yang terjadi ketika router menggunakan routing yang manual-dikonfigurasi, bukan informasi dari lalu lintas routing dinamis.Dalam banyak kasus, rute statis secara manual dikonfigurasi oleh administrator jaringan dengan menambahkan entri ke dalam tabel routing , meskipun ini mungkin tidak selalu menjadi kasus.Tidak seperti routing dinamis , rute statis tetap dan tidak berubah jika jaringan berubah atau ulang. Routing statis dan routing dinamis tidak saling eksklusif. Kedua routing dinamis dan routing statis biasanya digunakan pada router untuk memaksimalkan efisiensi routing yang dan untuk memberikan backup dalam hal informasi routing dinamis gagal untuk ditukar. Routing statis juga dapat digunakan dalam jaringan stub , atau untuk memberikan gerbang terakhir

Latar belakang
menghubungkan 2 router agar bisa saling berkomunikasi

Tujuan
agar bisa saling berkomunikasi dengan mikrotik lain

Alat dan bahan  
3 kabel utp
2 mikrotik RB941
2 pc client

Waktu pelaksanaan
30 menit

Tahap pelaksanaan
1.ok pertama saya akan membuat topologi untuk Routing Static dulu

2.selanjutnya saya masuk menu mikrotik kemudian pilih IP>Addresses

3.kemudian saya menambah ip pada Router A



 ket :
ether1 : ip untuk Routing
ether2 : ip untuk local

4.selanjutnya pada Router B saya juga memberi ip

ket:
ethet3 : ip untuk Routing
ether2 :ip untuk local

5.setelah itu masuk menu Routers IP>Routers

6.kemudian pilih Router trus (+) untuk menambahkan Dst.Address dan Gateway


7.Di Router A
  Dst. Address : ip dari jaringan local B
  Gateway : ip dari interface yang digunakan untuk Routing B



8.Di router B
  Dst. Address : ip dari jaringan local
  Gateway : ip dari interface yang digunakan untuk Routing

11.sebelumnya setting dulu koneksi client

 192.168.50.6/29 : ip client dari jaringan local Router A
192.168.60.6/29 : ip client dari jaringan local Router B


10.setelah selesai memberi jalur langkah selanjutnya adalah pengetesan ping
   Router A ke Router B

                                  ping client B ke gateway Router A


                                  ping client B ke Address client A

                                 ping client A ke gateway Router B

                                 ping client A ke Address client B

Kesimpulan 
dengan menggunakan Routing static Router A bisa berkomunikasi Dengan Router B

Referensi
https://ary2000.blogspot.co.id/2016/12/routing-static-dengan-2-mikrotik.html



Rabu, 01 Maret 2017

Install DHCP Server Pada Debian Router


Pengertian
 Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan service yang memungkinkan perangkat dapat mendistribusikan/assign IP Address secara otomatis pada host dalam sebuah jaringan. Cara kerjanya, DHCP Server akan memberikan response terhadap request yang dikirimkan oleh DHCP Client.
Selain IP Address, DHCP juga mampu mendistribusikan informasi netmask, Default gateway, Konfigurasi DNS dan NTP Server serta masih banyak lagi custom option (tergantung apakah DHCP client bisa support).

Latar belakang 
karena pada saat membuat Debian Router pc kelompok saya hanya mempunayai 2 ethernet  (eth0 untuk PPPoE client eth1 DHCP Server )

Tujuan
install DHCP Server pada Debian Router

Alat dan bahan
Server Debian Router
koneksi internet

Waktu pelaksanaan 
15 menit

Tahap pelaksanaan
1.ok pertama saya akan install dhcp servernya dengan perintah
apt-get install isc-dhcp-server

2.selanjutnya saya akan konfigurasi eth berapa yang akan dijadikan sebagai
   DHCP Server  dengan perintah
    nano /etc/default/isc-dhcp-server

3.pada kali ini saya akan menggunkan eth1 sebagai DHCP Server


4.kemudian saya konfigurasi DHCP Server dengan perintah
     nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

5.1# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.200.0 netmask 255.255.255.248 {
  range 192.168.200.1 192.168.200.7;
  option domain-name-servers 202.134.1.10;
  option domain-name "202.134.0.155";
  option routers 192.168.200.6;
  option broadcast-address 192.168.200.7;
  default-lease-time 600;
  max-lease-time 7200;
}
 keterangan
subnet= ip network kalian
range=jarak ip berapa sampai berapa
option domain-name-servers=DNS
option domain-name=DNS


6.setelah itu restart dengan perintah
   service isc-dhcp-server restart

Nah itu sedikit tutorial install DHCP Server

Kesimpulan
Dengan menggunakan servetersebut dapat meyewakan ip mereka kepadaclient

Referensi
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=122

http://www.uptoayuning.io/2016/08/membuat-dhcp-server-pada-debian-router.html