Sabtu, 08 April 2017

Menghubungkan beda vlan dengan tambahan Router


Pengertian
Untuk dapat menghubungkan antar vlan dapat dilakukan dengan beberapa cara yang tentunya harus menggunakan device jaringan yang berada di layer 3 , seperti Router dan Switch layer 3. Fungsinya untuk dijadikan gateway ketika mengirim paket data.

Latar belakang 
biasanya hanya sesama vlan yang dapat mengakses.pada kesempatan ini akan menghunbungkan 2 vlan yang berbeda dengan tambahan Router\

Tujuan 
Menghubungkan beda vlan dengan tambahan Router

Alat dan bahan
Aplikasi Cisco Packet Tracer

Waktu pelaksanaan
15 menit

Tahap pelaksanaan
1.ok pertama saya akan mambuat vlan dan menentukan nama vlan tersebut.kalai saya membuat 2 vlan vlan10(ADMIN) dan vlan20(USER)
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name ADMIN
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name USER
Switch(config-vlan)#exit
2.kemudian saya akan memberikan interface 0/1 & 0/2 untuk vlan 10
Switch(config)#interface fastEthernet0/1
Switch(config-if)#switch mode access
Switch(config-if)#switch access vlan 10
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet0/2
Switch(config-if)#switch mode access
Switch(config-if)#switch access vlan 10
Switch(config-if)#exit

3.kemudian saya akan memberikan interface 0/3 & 0/4 untuk vlan 20
Switch(config)#interface fastEthernet0/3
Switch(config-if)#switch mode access
Switch(config-if)#switch access vlan 20
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet0/4
Switch(config-if)#switch mode access
Switch(config-if)#switch access vlan 20
Switch(config-if)#exit

4.kemudian saya membuat trunk di interface yang menuju Router
Switch(config)#interface fastEthernet 0/5
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#exit

5.ok sekarang konfigurasi pada Router.disini saya membuat sub interface untuk vlan 10 dulu
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#interface fa0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
Router(config-subif)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-subif)#exit
6.kemudian saya membuat sub interface untuk vlan 20
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#interface fa0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
Router(config-subif)#ip address 192.168.50.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#no shutdown
Router(config-subif)#exit
7.selanjutnya saya akan menghidupkan interface yang menuju switch
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#no sh
8.ok pastikan sub interface yang di buat tadi hidup/up


9.selanjutnya pada tambahkan ip address,netmask,gateway yang di buat di router tadi

10.masukkan gateway yang di buat tadi

Kesimpulan
Menghubungkan beda vlan  ternayata bisa dengan tambahan prangkat osi layer 3

Referensi
Ebook MODUL CISCO IDN


Jumat, 07 April 2017

Konfigurasi VLAN Trunking di Cisco Packet Tracer



Pengertian
Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda


Latar belakang 
pada sebuah perusahaan sulit untuk mengalokasikan ip supaya orang bagian keuangan hanya bisa mengakses bagian keuangan dan manager hanya bisa mengakses bagian manajer oleh karena itu di butuhkan Vlan

Tujuan 
Konfigurasi VLAN Trunking di Cisco Packet Tracer

Alat dan bahan
Aplikasi Cisco packet tracer

Waktu pelaksanaan
20 menit

Tahap pelaksanaan  
 
Switch(config)#vlan 100
Switch(config-vlan)#name ADMIN
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 200
Switch(config-vlan)#name USER
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#
Switch#
ok pertama adalah pemberian nama pada Vlan.disi Vlan 100 saya beri nama ADMIN dan Vlan 200 saya beri nama USER.lakukan hal yang sama pada kedua switch

Switch(config)#interface range fa 0/2-10
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 100
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#interface range fa 0/11-20
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 200
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#
kemudian pada interfaces 0/2-0/10 saya gunakan untuk Vlan 100.
selanjutnya pada interfaces 0/11-0/20 saya gunakan untu Vlan 200.
lakukan hal yang sama pada kedua switch


Switch(config-if)#interface fastEthernet 0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#
kemudian pada interfaces 0/1 yang menghubungkan kedua switch beri mode trunk.lakukan hal yang sama pada kedua Vlan

selanjutnya konfigurasi pada pc client




Kesimpulan 
dengan menggunakan pc Vlan 100 tidak bisa mengakses pc Vlan 200 begitu juga sebaliknya 

Feferensi
https://fahmidwi42.blogspot.co.id/2016/08/konfigurasi-vlan-trunking-di-cisco.html
https://id.wikipedia.org/wiki/VLAN

Kamis, 06 April 2017

Konfigurasi Vlan di Switch Cisco Packet Tracer


Pengertian
Nah dengan menggunakan Switch manageable seperti switch cisco maka kita bisa membuat di satu switch itu menjadi beberapa network.kemudian saya menggunakan untuk memisahkan atau mengelompokkan PC sesuai kebutuhan masing-masing. Seperti Vlan ADMIN, Vlan USER

Latar belakang
pada topologi diatas saya memiliki 2 network oleh karena itu saya butuh vlan untuk memisahkannya

Tujuan
membuat network vlan 10 dan membuat network vlan 20

Alat dan bahan
Aplikasi Cisco packet tracer

Waktu pelaksanaan
5 menit

Tahap pelaksanaan
1.ok pertama saya akan mambuat vlan dan menentukan nama vlan tersebut.kalai saya membuat 2 vlan vlan10(ADMIN) dan vlan20(USER)
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name ADMIN
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name USER
Switch(config-vlan)#exit
2.kemudian saya akan memberikan interface 0/1 & 0/2 untuk vlan 10
Switch(config)#interface fastEthernet 0/1
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/2
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Switch(config-if)#exit
3.kemudian saya akan memberikan interface 0/3 & 0/4 untuk vlan 20
Switch(config)#interface fastEthernet 0/3
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 20
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/4
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 20
Switch(config-if)#exit
4.kemudian saya cek pastikan nama vlan yang di buat tadi ada

5.kemudian saya menambah ip pada pc sesuai topologi di atas


6.coba kalian ping ke pc yang sesama vlan maka hasilnya akan bisa.tapi jika
   berlawanan  vlan tidak bisa

Kesimpulan
dengan menggunakan vlan maka user tidak bisa mengakses pc admin begitu juga sebaliknya

Referensi
Ebook MODUL CISCO IDN

Rabu, 05 April 2017

Table Mac Address Static Cisco packet tracer


Pengertian 
Jadi jika kita buat pemetaannya menjadi Static maka setiap host/PC tidak akan
bisa saling bertukar port. Apa yang terjadi kalo kalo mereka mencoba bertukar port.Hasilnya adalah PC tidak akan terkoneksi ke switch.

Latar belakang
saya menggunakan table Mac address static supaya tidak akan saling bertuka port.dan dengan itu pula seakan-akan port tersebut sudah dipesan oleh Mac address ini

Tujuan 
konfigurasi Table Mac Address Static Cisco packet trecer


Alat dan bahan
Aplikasi Cisco Packet Tracer

Waktu pelaksanaan
5 menit

Tahap pelaksanaan
Mac Address Table Static
1.ok pada topologi di atas ada 5 pc yang terhubung dengan switch
2.selanjutnya saya akan menambahkan ip pada laptop 2,3,4,5,6 sesuai topologi diatas





3.kemudian coba ping semua pc.jika sudah bisa ping satu sama lain langkah selanjutnya adalah mengecek tabel


4.karena masih dinamic saya akan membuatnya menjadi static dengan menambahkan perintah

  ket:
    MacAddress : Kita masukkan Mac Addres yang akan kita buat     menjadi Static
    Vlan : Nomer vlan dari port PC
    Fa0/1-..(tergantung banyaknya interfaces pada switch) : Nomer Interface dari Switch yg terhubung ke PC
6.kemudian cek lagi tabelnya lagi dan pastikan table sudah static


Kesimpulan 
dengan menggunakan Mac address static ini bahwa port ini sudah di pesan untuk Mac address ini jadi tidak sembarag pc yang menggunakan port tersebut


Referensi
Ebook MODUL CISCO IDN

Selasa, 04 April 2017

Auto Backup Mikrotik dengan script & schedule


Pengertian 
Membackup sangat lah di perlukan untuk mambuat cadangan oleh karena saya akan membackup secara otomatis.dengan membackup secara otomatis backupan akan di update selama interval yang berikan.


Latar belakang 
jika membackup secara manual itu akan terasa merepotkan oleh karena itu saya akan membackup secara otomatis

Tujuan
Auto backup otomatis

Alat dan bahan  
1 Mikrotik


Waktu pelaksanaan
5 menit

Tahap pelaksanaan
1.pertama saya akan buat scripnya terlebih dahulu di System>script klik (+)

2.setelah itu masukkan nama dan script yang akan di buat
ket
#/system backup save=perintah untuk backup configurasi
#name=perintah untuk membuat nama yang akan di backup
#amin_maulana=nama file yang akan di buat(bisa di ganti sesuai dengan keinginan kalian)


3.setelah saya membuat scriptnya untuk backup kemudian saya akan membuat schedule untuk membackup otomatis

4.untuk membuat schedule system>schedule(+)
 masukkan schedule sesuai keinginan kalian contoh seperti gambar di bawah ini
ket
name=nama dari schedule yang akan dibuat
start Date=tanggal mulai schedule akan di jalankan
start time=waktu schedule akan jalan
interval=pengurangan setiap berapa kali schedul ini akan di jalankan
On Event=Nama script yang akan di gunakan
 Perhatian waktu pada mikrotik harus sinkron dulu


5.selanjutnya masuk menu File dan backupan ini akan selalu otomatis refress tergantung berapa lama interval yang kalian berikan

Kesimpulan
dengan mengunakan auto backup ini akan memudahkan dalam membackup

Referensi
https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2013/04/auto-backup-konfigurasi-mikrotik-dengan.html


Senin, 03 April 2017

Export Import Konfigurasi pada Mikrotik


Pengertian
untuk mencegah hal hal yang tidak di inginkan maka perlu adanya cadangan oleh karena di butuhkan untuk membuat file cadangannya.di mikrotik ada dua yaitu backup restor dan export import.tapi saya memilih menggunakan export import karena lebih detail dalam membuat file cadangannya.

Latar belakang
adakalanya Prangkat mikrotik kita tidak selalu sehat entah ada yang error atau yang lain maka untuk mengantisipasinya di butuh kan cadangan configurasi

Tujuan
Export Import pada Mikrotik

Alat dan bahan 
2 buah Mikrotik 

Waktu pelaksanaan
10 menit

Tahap pelaksanaan
                                                Mikrotik1
1.ok pertama saya akan Export di Mikrotik 1
2.saya Export melalui telnet


3.pada kali ini saya hanya Export ip addressnya saja dengan perinah
    ip address export file="nama tersereh kalian"
    jika ingin mengexport semua konfigurasi.hanya tambahkan perintah
   export file="nama terserah"

 4.selanjutnya saya masuk ke Mikrotik untuk mendownload file Export tadi di
    menu File.file yang kita buat tadi bernama address dan file tersebut
    berformat rsc
                                                      
                                                 Mikrotik2
5.pada Mikrotik2 ini hanya terdapat ip di ether2 dan ip ini saya akan gunakan
   untuk telnet Mikrotik2

 6.file Export dari Mikrotik1 saya masukkan ke Mikrotik2 di menu File untuk
    meng importnya

 7.setelah itu saya akan telnet Mikrotik2
 8.kemudian masukkna perintah
 import file-name="nama file yang di import"
pastikan sukses seperti gambar di bawah ini
 9.kemudian pada address ip sudah terimport ip pada Mikrotik1

Kesimpulan
dengan membuat file cadanga ini jika sawaktu -waktu ada konfigurasi yang error tinggal import saja

Referensi
https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2014/03/cara-export-import-konfigurasi-setingan-mikrotik.html

Sabtu, 01 April 2017

Pengertian kabel Fiber Optik(serat kaca)



Pengertian
Serat optik/fiber optik telah menjadi media komunikasi yang dominan, tidak hanya untuk telepon dan internet, tetapi juga untuk televisi kabel, jaringan komputer, pengawasan / sistem keamanan, kontrol industri, sinyal lalu lintas, komunikasi jaringan utilitas dan kontrol, eksplorasi energi / produksi, energi alternatif dan banyak lagi. Bahkan antena nirkabel yang terhubung pada serat. Pekerja di semua bidang ini diharapkan untuk memahami teknologi serat optik dan, dalam banyak kasus, kompeten dalam desain jaringan serat optik, instalasi dan operasi.

Latar belakang
pada zaman sekarang tegnologi semakin canggih dan oleh karena itu di butuhkan media penghantar yang cepat supaya dapat menghemat waktu
salah satu medianya sadah kabel Fiber Optik

Tujuan
Mengetahui apa itu Fiber optik

Pelaksanaan
 Fiber optic adalah kabel yang berukuran kecil, dan memiliki kecepatan yang lebih dari kabel UTP maupun FTP serta terbuat dari kaca. Kabel ini sekarang sudah banyak digunakan karena kecepatan aksesnya, Kecepatannya ini seperti cahaya yang sangat cepat sekali rambatannya. Kabel ini berukuran sanagt kecil sekali seperti rambut manusia, nah maka dari itu ketika kita memegang atau menggunakan kabel fiber optic harus sangat berhati – hati sekali karena kabel fiber dapat membunuhmu bukan hanya rokok saja. Kelebihan kabel ini adalah ukuranya kecil, daya hantarnya cepat karena menggunakan cahaya, dan mengirit uang karena kita hanya membutuhkan 1 kabel untuk menyambunngkan beberapa komputer sekaligus. Kekurangannya adalah kabel tersebut tidak boleh di tekuk 90 derajat karena dapat mematahkan kabel tersebut yang berukuran sebesar rambut, dan kabel itu seperti kaca bila pecah dan masuk ke dalam pori – pori maka bisa membunuhmu.





Pembagian Serat Optik



1.Berdasarkan Mode yang Dirambat
  Single Mode:Serat optik dengan core yang sangat kecil diameter mendekati 
  panjang gelombang sehingga pantulanya kecil

  Multi Mode:Serat Optik dengan diameter yang agak besar membuat
  pantulan yang lebar sehingga akan mengurangi kecepatan transfer

  Inti kaca pada single mode berdiameter sekitar 8,3-10 mikron (lebih kecil dari
  ukuran rambut) dan pada multi mode, berukuran 50-100 mikron.
   
  Cahaya yang di tembakan pada kabel single mode memiliki gelombang sekitar
  1310-1550nm. Dan pada multi mode sekitar 850-1300nm.





 Konektor fiber optik

  FC (Fiber Connector): digunakan untuk model kabel single-mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
  
SC (Subsciber Connector): digunakan untuk model kabel single-mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
    
ST (Straight Tip): bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.



Pada Ujung konektor serat optik berakhir di sebuah terminasi atau terminal dan untuk menyambungkan lagi di perlukan alatnya yaitu berupa Optical Termination Board (OTB). Dari OTB kabel serat optik tinggal disambungkan dengan converter kabel to the UTP dengan ONU.

Kelebihan
Bentuk yang kecil dan murah.
Tidak terpengaruh oleh medan elektromagnet.
Tahan terhadap gas beracun, bahan kimia dan air sehingga cocok untuk id 
tanam dibawah air.

Kekurangan
Penyambungan harus menggunakan teknik dan ketelitian yang sangat tinggi karen akbelnya yang berrukuran sangat kecil.
Komponen FO masih sangat mahal.
Fiber masih sulit untuk disatukan dan ketika telah mencapai titik akhir maka fiber harus diterima secara akurat.
Tidak boleh di tekuk 90 derajat, karena dapat membuat patah kabel tersebut yang terbuat dari kaca.

Kesimpulan
dengan memakai fiber optik transfer data akan sangat cepat

Referensi
http://www.thefoa.org/foa.htm
https://en.wikipedia.org/wiki/The_Fiber_Optic_Association